Jumat, 09 Maret 2018

ACARA ADAT BELIANT “PAKATN TALUTN” HEMAQ BENIUNG



Hutan Adat Hemaq Beniung di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat telah ditetapkan pada tanggal 25 Oktober 2017 melalui Surat Keputusan tentang Penetapan 9 Hutan Adat pada pembukaan Konferensi Tenurial Reformasi Penguasaan Tanah dan Pengelolaan Hutan tahun 2017 oleh Presiden Republik Indonesia.


Acara Adat Beliant “Pakatn Taluntn” foto by Sara

Hemaq Beniung berasal dari Bahasa Dayak Tunjung, Hemaq yang berarti rimba atau hutan yang masih asli dan Beniung yang berarti pohon nibung, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Hemaq Beniung adalah Hutan yang masih asli dan banyak ditumbuhi Pohon Nibung. *)masih perlu koreksi

Hutan Adat yang luasnya 48,85 hektar ini terletak di batas Juaq Asa dan Kampung Pepas Asa, dan sekitar 300 meter dari Jembatan Juaq – Pepas menuju Kampung Linggang Amer tepat di tepi jalan baru Belintut – Mencelew. 

Generasi Hemaq Beniung (foto by yana)

Pada hari kamis, tanggal 03 Maret 2018 masyarakat Kampung Juaq Asa melakukan prosesi acara adat Beliant di Hutan Adat Hemaq Beniung, yaitu Beliant “Pakatn Taluntn” yang berarti kasih makan hutan.

Konon pada saat pembukaan lahan Hutan Adat Hemaq Beniung yang pertama kali, ada beberapa pohon yang tidak bisa ditebang, diperkirakan ada “entui” yang belum memberikan ijin. Akhirnya Petinggi Kampung berjanji dengan beberapa niat untuk permisi/meminta ijin membersihkan hutan.

Perumpamaan pohon tersebut bisa ditebang atau jatuh, maka masyarakat akan membuat acara adat sebagai prosesi kasih makan hutan dengan mengorbankan 1 ekor babi dan 1 ekor anjing.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari, memperlihatkan aktifitas masyarakatnya, Tetua serta Pemeliant (Dukun Beliant) dan beberapa masyarakat melakukan ritualnya di tempat terpisah dengan para ibu-ibu yang sedang gotong-royong memasak, dan anak-anak dengan riangnya bermain diarea Hemaq Beniung yang sesekali merekapun ikut dalam membantu gotong royong seperti mencuci piring dan mengangkat air.

foto by sara
Mencuci piring (foto by sara)

Gotong royong ini mencerminkan kecintaan masyarakatnya terhadap tradisi budaya, sehingga masyarakatnya mampu dengan turun temurun menjaga dan memelihara Hutan Adat Hemaq Beniung yang bersampingan dengan kearifan lokal.

Setelah prosesi acara Beliant selesai, masyarakat berkumpul dan siap bersama-sama menikmati makanan yang telah mereka masak secara bergotong royong tadi. Dan diakhiri dengan keceriaan anak-anak yang di ijinkan untuk berenang di danau yang berada di Hutan Adat Hemaq Beniung.
Harapannya semoga Hemaq Beniung tetap terjaga dan terpelihara demi masa depan Bumi dan seisinya yang berBudaya.

salam lestari, salam budaya :)

Salam Lestari dari Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia Kutai Barat & Karang Taruna Juaq Asa

 
man takaq (foto by sara)
Sang Pemeliant (foto by sara)
                    




















with mbak amel sang motivator kami (foto by mbak amel)

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates