Minggu, 24 Agustus 2014

PENDAKIAN PUNCAK HALAU-HALAU 1.901 mdpl (KALSEL) 2014 with TUKANG JALAN (Part 1)

Halau – halau adalah sebuah puncak gunung dengan ketinggian 1.901 mdpl (meter dari permukaan laut) yang terletak di Pegunungan Maratus, Kampung Kiyu, Desa Hinas Kiri Kec. Batang Alai Timur Kab. Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Maaf seharusnya saya menuliskan Gunung Besar bukan Gunung Batu :D (belum sempat edit ulang)

Gunung Halau - halau atau Gunung Besar adalah gunung yang terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu di Provinsi Kalimantan Selatan.

Meratus merupakan kawasan pegunungan yang membelah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi dua, membentang sepanjang ± 600 km² dari arah tenggara dan membelok ke arah utara hingga perbatasan Kalimantan Timur.

Terdapat banyak pegunungan di Kalimantan yang tidak melibihi 2.000 mdpl, dengan vegetasi hutan hujan tropis dan tidak aktif, namun bukan hal yang mudah untuk mencapainya. Gunung – gunung di Kalimantan tidak se-populer gunung – gunung di pulau lain terutama di pulau Jawa, namun kini puncak Halau-halau mulai banyak dikenal baik dari kalangan pendaki gunung atau pun pencinta alam lainnya.

Untuk mencapainya dari Kota Banjarmasin (atau daerah lainnya) anda terlebih dahulu menuju Kota Barabai lalu menuju Desa Batu Kambar, selanjutnya ke Kampung Kiyu.

Sebelum saya menjelaskan lebih banyak, mari simak itinerary plus rute sesuai yang telah saya jalani pada tanggal 12 – 19 Agustus 2014.

ITINERARY :

HARI PERTAMA :
20.00 – 05.00 Kutai Barat (KalTim) – Samarinda (KalTim) Travel

HARI KEDUA :
16.00 – 05.00 Samarinda (KalTim) > Barabai (KalSel) Bis

HARI KETIGA :
17.00 – 19.00  Barabai > Desa Batu Kembar Motor
19.00 – 23.00 Menunggu tim lainnya
23.00 – 23.20 Desa Batu Kambar > Kampung Kiyu Motor
23.20 – …….  Menginap di Kampung Kiyu

HARI KEEMPAT :
08.00 – 14.00 Kampung Kiyu > Sungai Besar Treking
14.00 – 15.00 istirahat, masak, dll
15.00 – 16.00 Sungai Besar > Camp Sungai Karuh (Shalter 1) Treking
16.00 – ……. Menginap di Camp Sungai Karuh

HARI KELIMA :
06.00 – 15.00 Camp Sungai Karuh > Penyaungan (Shalter 2) Treking
15.00 – 16.00 Istirahat, dll
16.00 – 17.30 Penyauangan > Puncak Treking
17.30 – …….  Menginap di Puncak

HARI KEENAM :
08.00 – 00.00 Puncak > Kampung Kiyu
00.00 – …….  Menginap di Kampung Kiyu

HARI KETUJUH :
08.00 – 10.00 Kampung Kiyu > Barabai
21.00 – 10.00 Barabai > Samarinda

HARI KEDELAPAN :
16.00 – 00.00 Samarinda > Kutai Barat

Rute Pendakian halau – halau adalah sebagai berikut :
Barabai – Desa Batu Kambar – Kampung Kiyu – Camp Sungai Karuh ( Shalter 1 ) – Penyaungan ( Shalter 2 ) – Puncak.

DESA BATU KAMBAR
Sebelum sampai ke Kampung Kiyu, terlebih dahulu anda akan sampai di Desa Batu Kambar. Desa Batu Kambar adalah desa terakhir yang bisa dilewati oleh kendaraan roda 4, jadi jika anda tidak membawa kendaraan roda 2, maka untuk menuju Kampung Kiyu anda bisa treking selama 1 jam. Mesjid, Warung makan bahkan homestay ada di Desa ini, jadi anda tidak perlu khawatir jika kemalaman tiba di Desa Batu Kambar.

KAMPUNG KIYU

Kampung Kiyu
Kampung Kiyu adalah Kampung terakhir yang bisa dilewati oleh roda 2. Lebih baik menginap terlebih dahulu di Kampung Kiyu, sebelum melakukan treking ke Camp Sungai Karuh. Untuk tempat menginap ada Balai Adat Desa atau di rumah-rumah warga. Tersedia pula tempat memarkirkan kendaraan roda 2 dengan tarif Rp.10.000. Warung makanan dan sembako juga masih tersedia di Kampung ini, Di sepanjang kampung terdapat sungai berair jernih, jadi anda jangan khwatir dengan ketersediaan air bersih di kampung ini.



Jika anda menginginkan jasa porter atau penunjuk jalan menuju Halau – halau, anda bisa menghubungi warga setempat atau Rudi dengan nomor Handphone 081251065393.


Memulai pendakian kita akan disapa oleh 3 jembatan gantung dan jalanan semenisasi yang mulai rusak dan jika basah terasa licin.


Dari Kampung Kiyu menuju Camp Sungai Karuh, kita akan banyak melewati mata air - mata air dan sungai. Jika sudah sampai di sungai besar pertama lalu sungai besar kedua (Sungai Karuh), pertanda perjalanan menuju Camp Sungai Karuh tinggal 1 jam lagi.

Memasak bersama - sama tim (Lokasi Sungai Besar Pertama) Foto kamera Yudis

makan ramai - ramai di atas daun pisang (Lokasi Sungai Besar Pertama) foto kamera yudis
Kalau yang ini saat makan malam di Puncak, dengan alas jas hujan nya yogi, karena di puncak tidak ada daun pisang :D
CAMP SUNGAI KARUH (SHALTER 1)

Camp Sungai Karuh ditetapkan sebagai Shalter 1 pendakian yang terletak tepat di kaki Gunung Halau - halau, disini kita bisa mendirikan tenda, terdapat 1 pos pendakian di pintu masuk, dan 1 pondok sederhana sebagai tempat balai pertemuan. Jika lagi musim pendakian banyak warung makanan yang buka. Ada 2 mata air disekitarnya, yaitu 1 sungai kecil dan 1 air terjun setinggi 80 meter dari permukaan tanah.

Air Terjun (Foto By Yudis)
Dari Camp Sungai Karuh menuju Penyaungan kita masih menjumpai mata air – mata air, namun setelah sampai di Penyaungan mata air sangat jauh, jadi usahakan membawa air secukupnya hingga sampai ke Puncak.

Medan trekking Camp Sungai Karuh ke Penyaungan sangat terjal bahkan ada kemiringan 90 tanpa landai, tidak seperti medan dari Desa Kiyu ke Camp Sungai Karuh yang banyak landai dan tidak terlalu terjal.

Treking melewati pohon - pohon besar yang telah tumbang, akan sering kita hadapi :)



Salah satu mata air menuju penyaungan

PENYAUNGAN (SHALTER 2)

Sama halnya dengan di Camp Sungai karuh, ditempat ini kita telah disediakan tempat untuk mendirikan tenda, namun disepanjang perjalanan banyak saja tempat untuk mendirikan tenda.

sepanjang perjalanan menuju Puncak, kita akan disuguhkan Hutan - hutan yang penuh lumut :)

PUNCAK

Selama trekking, medan paling berat adalah medan dari Penyaungan menuju puncak, bahkan ada tanjakan yang dinamakan tanjakan penyesalan.

Sebenarnya tidak disarankan untuk menginap atau mendirikan tenda di Puncak, karena pohon – pohon sebagai pijakan tidak ada yang melebihi 2 meter.





Di Puncak (Foto By Bayu)

Jadi hitungan trekking dari :
Desa Batu Kambar – Kampung Kiyu >> 1 jam
Kampung Kiyu – Sungai Besar Pertama >> 5 – 6 jam
Sungai Besar Petama – Camp Sungai Karuh >> 30 menit – 1 jam
Camp Sungai Karuh – Penyaungan >> 8 – 9 jam
Penyaungan – Puncak >> 1 – 1,5 Jam

TIPS and TRIK Halau – halau :
  • Sebelum memasuki kawasan Pegunungan Maratus, sebaiknya terlebih dahulu meminta izin kepada masyarakat setempat atau pengurus Adat, karena di kaki gunung tersebut merupakan daerah keramat bagi Suku Dayak Meratus.
  • Untuk menghindari serbuan pacet, usahakan mendirikan tenda jauh dari aliran air.
  • Bawalah air yang telah dicampur garam untuk melepaskan pacet dari badan.
  • Hindari berjalan sendiri jika tidak ingin kesasar, banyaknya jalan bercabang yang belum diberi tanda apalagi rute pendakian halau – halau adalah rute yang belum populer medannya yang tidak setiap hari ada pendaki melewatinya, bekas di jalan pun bisa sempat menghilang.
  • Dan terakhir jangan memasang stiker apapun di Gunung apalagi di Tugu, cukup kesalahan pertama yang saya lakukan, maklum saya bukan pendaki gunung, saya hanyalah tukang jalan yang belajar kepada para pendaki gunung sejati, namun Pendaki Sejati adalah yang tidak ngeBuli pendaki amatiran tanpa suara bijak.
Tim dalam pendakianku ( Risky, Atus, Imma, Yana, Yudis )

Tukang jalan mengucapkan terima kasih untuk teman – teman pendakian merah putih Puncak Halau – halau 1.901 mdpl Nasional 14 – 19 agustus 2014 bersama Komunitas Pecinta Alam Tapak Barito. Tanpa kalian saya tidak mungkin bisa menggapai puncaknya dan maafkan jika ada kalimat serta tindakan saya yang tidak mengenakan. Salam Lestari !!!

Tulisan di sebuah Bis dari Barabai menuju Samarinda

*bersambung part 2 :0

Template by:

Free Blog Templates