Kamis, 15 Mei 2014

KABUPATEN DAMAI di BUMI INDAH di HATI

Aroma segar dari buah nanas menyambut kedatangan orang-orang yang akan memasuki kabupaten ini. Disepanjang jalan raya akan kita temukan deretan para penjual buah nanas dengan berlatar belakang tempat jualan mereka yaitu hamparan luas kebun Nanas. Nanas tersebut dijual utuh dengan kulitnya dan ada juga yang sudah dibersihkan dari kulitnya. Tidak jauh dari deretan buah nanas tersebut ada tugu buah nanas tepat di bundaran tengah jalan raya kabupaten ini. Kabupaten ini memiliki jenis tanah yang mendominasi yaitu tanah jenis podsolik merah kuning, walaupun ada beberapa bagian juga ditemui jenis tanah lainnya seperti alluvial, organosol, litosol dan lain-lain.

Tugu NANAS

Setelah bundaran Tugu Nanas, kemudian berjalan terus untuk menuju ibu kota kabupaten ini, akan kita temui lagi sebuah tugu yaitu tugu selamat datang yang menandakan kita memasuki wilayah ibu kota kabupaten. Namun sayang sebelum kita memasuki tengah kota, terlebih dahulu kita disuguhkan pemandangan deretan tanaman sawit disepanjang jalan ini.

Silahkan pembaca menebak nama dari Kabupaten diatas?

Tulisan kali ini akan mengajak pembaca untuk menebak nama Kabupaten yang diceritakan oleh tulisan ini. Jika anda belum tau, simak lagi cerita tentang kabupaten tersebut.

Secara historis Kabupaten ini tidak terlepas dari Pemerintah Majapahit dan masuknya Agama Islam mulai tahun 1620 pada waktu salah satu pantai di Provinsi ini tepatnya bagian selatan dikuasai oleh kerajaan Demak.

Kabupaten ini dialiri oleh satu sungai besar dan lima buah cabang sungai serta aliran menuju lautan yang merupakan peninggalan sejarah yakni kawasan pelabuhan dan PT.Inhutani III yang dikenal dengan nama N.V Bruinzell serta Remiling bergerak dibidang pertanian yang pada tahun 1917 wilayahnya dipusatkan untuk kegiatan perdagangan dan industri.

Kabupaten yang mempunyai Motto Habaring Hurung ternyata memiliki pantai. Pantai Ujung Pangandaran adalah salah satu dari pantai yang berada dalam salah satu wilayah Kecamatan di kabupaten ini, dengan perkiraan 85 km arah selatan dari Ibu kota kabupaten.

Bagaimana? Apakah pembaca sudah bisa menebak nama Kabupaten ini? Jika belum mari simak kembali.

Agama Hindu Kaharingan adalah Agama asli dari salah satu suku besar di Kabupaten ini yang mendiami sepanjang aliran sungai-sungai. Peninggalan budaya dari suku besar diwilayah ini yang beragama Kaharingan yaitu masih banyak terdapat situs-situs budaya yang merupakan kelengkapan untuk pelaksanaan Upacara Tiwah. Upacara Tiwah yaitu upacara kematian dalam Agama Kaharingan.

Benda-benda untuk kelengkapan upacara tersebut yaitu berupa SANDUNG yaitu tempat menyimpan tulang belulang, SAPUNDU yaitu tiang berbentuk patung manusia tempat mengikat hewan kurban dan PANTAR yaitu tiang yang didirikan disisi kiri dan kanan sandung sebagai jalan bagi roh untuk menuju Lewu tatau atau nirwana.

Berpose dengan Sandung yang berada di pinggir jalan :)
SANDUNG

Peristiwa kelam sempat menghampiri kabupaten ini. Untuk menghindari terjadinya peristiwa seperti itu kembali, maka pemerintah kabupaten membangun Taman Miniatur Budaya sebagai tempat Upacara-upacara adat termasuk Upacara Mamapas Lewu.

Upacara Mamapas Lewu seyogyanya dilaksanakan setiap tahun yaitu pada bulan September atau Oktober. Mamapas Lewu merupakan manifestasi tatanan kehidupan masyarakatnya dalam berinteraksi dengan komunitas sesama, ini merupakan gambaran kehidupan masayarakat dari sejak nenek moyang suku ini yang memang sejak dulu cinta damai, terbuka, suka bergaul serta dapat menjalin persatuan dan kesatuan secara utuh. Kalimat ini termasuk dari Falsafah Rumah betang.

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (Petak Danum) beserta segala isinya dari berbagai sengketa, mara bahaya, sial wabah penyakit (Rutas Pali), untuk menciptakan suasanan panas menjadi dingin, dan gerah menjadi sejuk.

Selain upacara diatas, di kabupaten ini ada upacara adat lainnya seperti, Upacara Mampakanan Sahur, Upacara Simah Laut, Upacara Ma’Ayun anak, Upacara mandi safar dan Upacara Tiwah.

Sekarang apakah pembaca sudah bisa menebak nama dari kabupaten ini? Jika sudah jawaban pembaca adalah ……?

Yup..... Kabupaten ini memiliki taman makam pahlawan yaitu taman makam pahlawan Batarung. Suku Dayak Ngaju adalah suku asli yang mendiami sepanjang aliran sungai Kapuas, Kahayan, Katingan, Mentaya dan seruyan yang berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dengan ibu kota kabupaten ini terletak di Sampit.

                Di kabupaten ini banyak terdapat tempat wisata, seperti yang ada dalam kota yaitu taman Miniature yang biasanya digunakan sebagai tempat pagelaran seni diadakan pada minggu ke II dan minggu ke IV, museum kayu, taman kota dan terdapat juga kapal wisata. Diluar kota terdapat banyak makam-makam dan komplek sandung serta masih banyak lagi tempat wisata di kabupaten yang menyuarakan Damai di Bumi Indah di Hati.

Mari berwisata, kenali negeri mu, kenali budaya-budayanya, salam dari pedalaman Borneo.

3 komentar:

backpackerborneo.com mengatakan...

Aku nyerah mbak...gak bisa nebak..hehehe

rahmayana rebang mengatakan...

heheee... kabupaten Kotawaringin Timur :D

IBU ROSMIATI mengatakan...

KISAH SUKSES
Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates