Selasa, 13 Agustus 2013

DALAM TITIK JENUH

Aku duduk sendiri di pojok kamar, menatap anak yang berumur 6 tahunan sedang tidur pulas, entah aku selalu tidak nyenyak setiap dalam tidurku, anak tersebut adalah anak ke-dua ku, dia tinggi, putih, cakep dan pintar. Aku sering ingin meneteskan air mata, tapi aku tak pernah sanggup, aku teringat pada diriku yang sejak dalam kandungan 3 bulan sudah tidak memiliki seorang ayah, begitu juga dengan anak ku, yang sejak umur 3 tahun sudah harus berpisah dengan ayah kandungnya. Aku bingung hingga saat ini, akan jalan kami, ya memang dari segi materi, kami berdua (aku dan anakku) tidak kekurangan, kami memiliki kendaraan roda 2 yang selalu menunjang aktivitas kami, walaupun motor tersebut sudah agak tua, aku pun sudah memiliki rumah sendiri hasil pinjaman ke Bank, jadi Gaji ku sekarang tidak utuh, tapi apalah arti semua harta yang tercukupi jika harta kasih sayang kami sangat lah kurang.

Ihsan nama panggilan anakku, aku sering meninggalkan nya karena ke-egoisanku dalam menaklukkan kesedihan akan dunia dengan cara melalang buana dari satu daerah ke daerah lainnya. Bahkan senin hingga jumat aku sering meninggalkannya, karena aku harus bekerja.


Takdir mana yang tidak harus kita terima? Tidak ada !!! karena aku slalu bersyukur akan apa yang telah Tuhan berikan, coba tengok ke depan dan belakang, masih banyak orang yang memiliki kedua orang tua utuh namun tidak bisa bersekolah, belum lagi mendapatkan pekerjaan yang super susah, dan belum tentu orang kaya bisa keliling Indonesia seperti saya. Tapi manusia tetaplah manusia yang merasa selalu ada kekukarangan dalam hidupnya.



Sejak umur 15 tahun aku sudah yatim piatu, namun sejak disekolah dasar pun aku sudah sering pisah sama mama ku, berarti hidupku penuh kebebasan, hingga aku menikah di tahun 2004 dan berakhir di tahun 2010. Berarti hanya berumur 6 tahun aku aman dalam hal kebebasan. Aku sebenarnya tak ingin bebas, apalagi jika ada masalah, aku bingung ingin meminta pendapat pada siapa, selain pada Tuhan. Aku akui, aku memang susah mendapatkan seorang sahabat, entah mengapa.

Jiwa ini berontak, tapi aku tak tau harus bagaimana, kini pun aku berada dititik kejenuhan. Sudah saat nya aku berfikir untuk kedepan, tapi aku ga mau untuk mengharap lebih. Sebebas-bebasnya aku hidup, tapi jiwa ini terkurung dan terbelenggu.

#menuangkan dalam bentuk tulisan, membuat sedikit beban berkurang :)

5 komentar:

Asina Siagian mengatakan...

orang yang bebas adalah orang yang berjalan dalam lingkaran. lingkaran adalah batas antara apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukan.

ada banyak orang yg pernah mengalami seperti yg mba rasakan saat ini. lalu pergi sejauh-jauhnya, bertualang. jika pada suatu saat, orang-orang ini sudah benar-benar iklas akan hidupnya dan berdamai dengan masa lalunya, pada saat itulah mereka baru menyadari apa arti dari keberadaan dirinya & menemukan jati dirinya.

aku pernah depresi karena ibuku meninggal. setelah 2 tahun aku baru yang benar-benar pulih dari depresi. pada akhirnya aku bersyukur, aku tidak menderita gangguan jiwa. dan dalam 2 thn itu aku banyak belajar apa sebenarnya makna hidup ini. dengan berbagi dengan orang lain aku merasa bahagia. ketika aku bisa berguna bagi orang lain, aku merasa bahagia. tujuan hidupku hanya satu yaitu selama aku hidup aku hanya ingin bahagia.

peluk mba yana :)

*klo mba yana pengen nelpon, jangan sungkan-sungkan mba. ntar klo aku lg nyantai, aku akan nelpon mba yana.*

rahmayana rebang mengatakan...

asina... makasieh asina atas respon nya, iya kita sama-sama hidup sendiri namun dikelilingi oleh orang-orang yang mengasihi kita. mungkin saya masih dalam tahap pemulihan, smoga saya juga tidak sempat mendapat gangguan jiwa. dan dengan segera menyadari kebahagiaan yang telah ada..

balik merangkul asina :)

Iman Rabinata mengatakan...

Setiap orang miliki jalan hidupnya masing-masing. Dalam perjalanannya sudah tentu ia lewati ragam dan lika-liku kehidupan. Ya, seperti seorang pejalan, seorang petualang, yang berada dalam sebuah perjalanan. Ia akan temukan banyak hal, dari yang ia duga dan persiapkan, hingga hal-hal yang ia sendiri kuatirkan bisa saja ia temukan. Analogi seperti ini, sungguh mudah dicerna oleh mba Yana yang memang seorang pejalan atau seorang petualang. Akan sangat mudah bukan, menarik filosofinya.

Apa yang akan kita lakukan jika dalam sebuah perjalanan dan akhirnya kita bertemu dengan hal-hal diluar rencana dan dugaan kita? Tentu dibutuhkan banyak hal untuk mengolahnya. Dan pengalaman adalah salah satunya. Be calm, mungkin itu salah satunya dari saya. Tarik napas dalam lalu diamlah sejenak. Jangan ambil keputusan sebelum isi kepala belum tenang. Jika sudah demikian, setiap rintangan yang ditemui oleh seorang petualang, tentu akan menjadi hal yang 'menyenangkan' baginya.

Semuanya hanya tergantung cara kita memandang. Apakah rintangan ini adalah beban? atau sesuatu yang biasa saja dan akan menjadi media pembelajaran untuk kita. Belajar menjadi lebih dewasa tentunya.

Saya, dan juga orang-orang yang ada. Tentu saja punya cerita lain dalam hidupnya. Sedikit tips dari saya, saya tidak mau membuang energi saya untuk hal-hal yang saya sendiri yakin kalau saya tidak mampu merubahnya. Ada banyak kesenangan lain dari hal-hal yang tidak kita miliki, dan itu yang saya eksplorasi, saya banggakan, saya nikmati.

Terakhir, saya bisa katakan, bahwa ketika kita berani menangkat ransel ke suatu tempat dengan alasan bertualang, maka ia adalah orang yang tangguh, kuat dan cerdas. Tak peduli ia seorang wanita apalagi seorang ibu rumah tangga.

rahmayana rebang mengatakan...

makasieh mas iman atas respons nya dan share tentang pemikirannya. entahlah titik jenuh selalu datang ketika kita sedang lagi punya beban dan tak dapat membaginya walaupun hanya sekedar mendengarkan cerita dari beban tersebut. good luck ::))

IBU ROSMIATI mengatakan...

KISAH SUKSES
Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates