Rabu, 21 Agustus 2013

YANA SI TUKANG JALAN, BESOK MAU KEMANA YAA??

Sebelumnya aku mau flashback tentang perjalanan-pejalanan ku yang mengelilingi Indonesia, sejak usia dibangku sekolah dasar aku sudah sering jalan-jalan, baik dengan ibuku atau pun hanya seorang diri, namun jalan-jalanku waktu itu hanyalah sekedar ke tempat saudara, teman atau daerah tempat ibu bekerja.

Tepatnya tahun 2006 untuk pertama kalinya aku keluar pulau, dan itu adalah pertama kalinya aku naik pesawat dengan penerbangan Balikpapan – Surabaya, kala itu aku bukan sekedar jalan-jalan, akan tetapi untuk menjenguk keluarga. Lalu di tahun 2007 aku sudah mulai sering jalan-jalan keluar pulau Kalimantan yaitu ke ibu kota Indonesia dan itu untuk pertama kalinya aku menginjak kota Jakarta, beberapa bulan kemudian aku kembali keluar pulau yaitu ke Yogyakarta, namun pada saat itu, semua karena urusan pekerjaan.

2007 berlalu, 2008 berlalu, 2009 juga hingga 2010 aku sudah sering keluar provinsi bahkan keluar pulau, namun semua hanyalah dalam urusan pekerjaan ataupun keluarga, bahkan aku sempat satu bulan tinggal di Yogyakarta untuk urusan pelatihan dari kantor. Tapi aku tetap menyelinginya dengan jalan-jalan berwisata.

Tahun 2011 lah hoby jalan-jalanku dimulai, bukan karena pekerjaan ataupun keluarga, aku memulainya karena ingin refresing dari sebuah beban hidup. Aku memulainya dari daerah diluar kabupatenku yang masih satu provinsi, tepatnya di Balikpapan, pada bulan januari 2011 untuk pertama kalinya aku  naik motor seorang diri dari kabupatenku ke kota Balikpapan dengan jarak tempuh ± 390 km, dan pada saat itu jalan darat sangat buruk sekali dengan hutan yang masih lebat dan sedikit rumah dipinggir jalan, kalau tidak salah dari kabupatenku (Kutai barat) menuju kota samarinda aku memakan waktu hampir 2 hari perjalanan darat. Di kota balikpapan aku sebenarnya tidak ada tujuan, aku hanya berkeingin untuk melalang buana sendiri di kota orang waktu itu.

Masih di tahun 2011, lalu aku berniat untuk benar-benar keluar dari provinsi dalam hal hoby jalan-jalan ini, aku memulainya dari provinsi tetangga yaitu Kalimantan selatan, tujuan ku waktu itu di bulan juni 2011 adalah kota martapura.

Tak mau hoby ini hanya sampai disini, aku kembali untuk jalan-jalan, namun kali ini aku ke kota kelahiranku Bontang, untuk merayakan tahun baru bersama keluarga disana, ya sebelum akhir tahun 2011, kami sekeluarga pergi ke sebuah pulau di dekat kota bontang, namanya pulau beras basah, sebenarnya ini adalah ketiga kalinya aku kesana.

Awal tahun 2012 aku mulai bosan dengan rutinitas sehari-hariku, aku butuh refresing !! ya aku ingin berpetualang ataupun hanya sekedar jalan-jalan, beruntunglah aku mengenal sebuah komunitas yang beranggotakan para traveller, aku sudah bergabung sejak bulan September 2011. Disinilah awal mulanya aku mempelajari cara travelling yang menantang, yang penuh kenangan namun tidak menguras isi kantongku.
Berikut adalah trip perjalanan ku, yang sudah mulai membuat aku menjadi seorang “CANDU TRAVELLING”

2012

20 s/d 24 Januari    Loksado, Kandangan, Kalimantan selatan
ngetrip dengan 15 orang yang baru saja aku kenal, dengan kegiatan trackking selama 2 jam (80 km) ke air terjun haratai, lalu mencoba bamboo rafting selama 2.5 jam, selama perjalanan kita hanya tidur di dalam bis, tanpa aba-aba apapun kami tetap kompak dan yang buat aku kagum gak ada anggota yang manja !!

25 s/d 27 Februari    Bukit Bengkirai, Balikpapan, Kalimantan timur
Kemping untuk pertama kalinya bersama komunitas samarinda backpackers & Balikpapan backpackers

26 s/d 31 Maret    Pulau Derawan, Berau, Kalimantan timur
Terbang dengan tiket pesawat seharga Rp.5.000 alias goceng dari Balikpapan ke Tanjung Redeb, Berau

10 s/d 12 April    Batu Dinding, Kutai Barat, Kalimantan timur
ngetrip pertama kali dengan anak tercinta dan tidur selama 4 malam di dalam kapal serta menjadi host pertama kalinya untuk teman yang dari jakarta

14 s/d 18 Mei    Banjarmasin, Kalimantan selatan
Bikebackpacker (berpetualang dengan naik motor) dengan jarak tempuh 1.623 km dan total habis bensin Rp. 194.000 dengan Rute : kutai barat - tenggarong - samarinda - balikpapan - penajam - tanah grogot - batu kajang - tanjung - barabai - martapura – banjarmasin - martapura - rantau - kandangan - tanjung- batu kajang - penajam - balikpapan - samarinda.


24 sept s/d 28 Sept    Makassar - malino, - tanjung bira - bantimurung (Sulawesi Selatan)
Dua buah durian runtuh aku dapatkan, yaitu uang dari sponsor (aku menyebutnya seperti itu) sebesar Rp.2.000.000 untuk sebuah petualangan & tiket pesawat Balikpapan – Makassar Rp.50.000 dari hasil sebuah undian maskapai.
   

30 Nov s/d 08 des    Blitar – Bromo – Batu Malang – Madura – Surabaya (Jawa Timur)
Ngetrip ¼ provinsi Jawa timur bersama anak (hanya berdua) dengan total pengeluaran hanya Rp.4.750.000 sudah termasuk transport PP (termasuk tiket pesawat 2 orang PP), penginapan, makan & lain-lainnya. Dan sempat menginap di villa yang biasa sehari tarifnya Rp.2.000.000 namun kami hanya bayar Rp.200.000

……………………………………………………………………………………………………………………..

2013

30 Des s/d 05 Jan    -    Lombok (NTB)
                                   Tanjung Papuma, Jember (Jawa Timur)
                                   HM.Sampoerna, Surabaya (Jawa Timur)

09 Mar s/d 12 Mar    -    Labuan cermin, Berau (Kalimantan Timur)

29 Mar s/d 02 Apr    -    Gunung lawu (Jawa Tengah)
                                   Semarang (Jawa Tengah)
                                   Dataran tinggi dieng, Wonosobo (Jawa Tengah)
                                   Solo (Jawa tengah)
                                   Yogyakarta

13Apr s/d 14 Apr    -    Goa pampang, samarinda (Kalimantan Timur)

25 Apr s/d 29 Apr    -    Bau-bau (Sulawesi Tenggara)
                                   Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
                                   Ramang-ramang (Sulawesi Selatan)

18 Mei s/d 22 Mei    -    Kawah ijen (Jawa Timur)
                                   Taman nasional baluran (Jawa Timur)
                                   Gresik (Jawa Timur)
                                   Bondowoso (Jawa Timur)
                                   Lamongan (Jawa Timur)

24 Mei s/d 26 Mei    -    Touring with eSBe dari Samarinda ke Kutai Barat (Kalimantan Timur)

14 Jun s/d 21 Jun     -    Poso - Kepulauan Togean – Palu (Sulawesi Tengah)

03 Agst s/d 10 Agst    -    Palembang (Sumatera selatan)
                                      Lampung
                                      Depok

foto - foto nya disini >> http://yanarebang.blogspot.com/2013/04/jelajah-indonesia-ku.html

TARI - TARIAN SUKU DAYAK BENUAQ TUNJUNG (SEBUAH ASET & WARISAN BUDAYA)

Dayak adalah sebuah suku terbesar di pulau Kalimantan yang memiliki begitu banyak sub etnis suku. Diantara beberapa sub etnis suku tersebut berada di Kabupaten saya, yaitu kabupaten Kutai barat, Kalimantan Timur seperti suku Dayak Benuaq, Dayak Tunjung, Dayak kenyah, Dayak Bahau dan Dayak Oeheng. Saya pun masih memiliki sedikit keturunan darah suku dayak, yaitu suku dayak benuaq yang mengalir dari darah ibu saya.

Dan sampai saat ini suku-suku tersebut masih melestarikan budaya adat istiadat didalam kehidupan sehari-harinya, termasuk dalam hal seni tradisional, yang kini mulai banyak dibangkitkan dan dikembangkan oleh para pelaku seni khususnya dalam seni tari-tarian.

Tari-tarian tradisional merupakan aset wisata terbesar bagi Negara Indonesia, serta sebagai warisan adat budaya yang terus dilestarikan, karena tari-tarian tersebutlah Indonesia banyak dikenal di mata dunia internasional. Tulisan saya kali ini akan mengangkat seni tari-tarian dari daerah saya di kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yaitu Tarian Beliant bawo & gantar yang berasal dari suku dayak benuaq tunjung.

TARIAN BELIANT BAWO

Tarian yang turun temurun sejak jaman nenek moyang dan hingga sekarang yang merupakan ritual  penyembuhan  seperti orang sakit dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak dapat disembuhkan secara medis, dalam tarian ini jumlah penari menggambarkan proses ritual singkat acara penyembuhan.


Selain ritual Beliant Bawo, beliant sendiri banyak jenisnya yaitu Beliatn Bawe, Beliatn Sentiyu, Beliatn Kenyong, Beliatn Luangan, & Beliatn Bejamu, semua ritual tergantung dari segi & jenis penyakitnya, karena selain bertujuan untuk menolak penyakit ataupun penyembuhan orang sakit, bisa juga untuk membayar sebuah nazar

TARIAN GANTAR

Tarian yang melambangkan kegembiraan dalam menanam padi ini biasanya disuguhkan untuk penyambutan tamu yang datang ke Kalimantan Timur baik sebagai turis maupun investor dan para tamu yang dihormati kemudian diajak turut dalam menari. Karena suku dayak dikenal dengan keramah-tamahannya. Biasanya tarian ini dibawa dengan memegang sepotong bambu yang dinamakan Gantar.

Gantar merupakan sebuah potongan bambu yang didalamnya diisi dengan beberapa biji-biji padi dan penari juga tidak lupa membawa sebuah tongkat panjang yang merupakan asek untuk membuat lubang ditanah saat menanam padi. Tarian ini berasal juga dari Suku Dayak Benuaq dan Tunjung.

Dan masih banyak seni tarian suku benuaq tunjung lainnya seperti Tari Ngeleway & Tari Ngerangkaw. Pakaian yang biasa dipakai dalam tari-tarian suku dayak benuaq adalah Ulap Doyo, merupakan kain tenunan asli suku Dayak Benuaq yang diambil dari serat daun doyo.

Selasa, 13 Agustus 2013

DALAM TITIK JENUH

Aku duduk sendiri di pojok kamar, menatap anak yang berumur 6 tahunan sedang tidur pulas, entah aku selalu tidak nyenyak setiap dalam tidurku, anak tersebut adalah anak ke-dua ku, dia tinggi, putih, cakep dan pintar. Aku sering ingin meneteskan air mata, tapi aku tak pernah sanggup, aku teringat pada diriku yang sejak dalam kandungan 3 bulan sudah tidak memiliki seorang ayah, begitu juga dengan anak ku, yang sejak umur 3 tahun sudah harus berpisah dengan ayah kandungnya. Aku bingung hingga saat ini, akan jalan kami, ya memang dari segi materi, kami berdua (aku dan anakku) tidak kekurangan, kami memiliki kendaraan roda 2 yang selalu menunjang aktivitas kami, walaupun motor tersebut sudah agak tua, aku pun sudah memiliki rumah sendiri hasil pinjaman ke Bank, jadi Gaji ku sekarang tidak utuh, tapi apalah arti semua harta yang tercukupi jika harta kasih sayang kami sangat lah kurang.

Ihsan nama panggilan anakku, aku sering meninggalkan nya karena ke-egoisanku dalam menaklukkan kesedihan akan dunia dengan cara melalang buana dari satu daerah ke daerah lainnya. Bahkan senin hingga jumat aku sering meninggalkannya, karena aku harus bekerja.


Takdir mana yang tidak harus kita terima? Tidak ada !!! karena aku slalu bersyukur akan apa yang telah Tuhan berikan, coba tengok ke depan dan belakang, masih banyak orang yang memiliki kedua orang tua utuh namun tidak bisa bersekolah, belum lagi mendapatkan pekerjaan yang super susah, dan belum tentu orang kaya bisa keliling Indonesia seperti saya. Tapi manusia tetaplah manusia yang merasa selalu ada kekukarangan dalam hidupnya.



Sejak umur 15 tahun aku sudah yatim piatu, namun sejak disekolah dasar pun aku sudah sering pisah sama mama ku, berarti hidupku penuh kebebasan, hingga aku menikah di tahun 2004 dan berakhir di tahun 2010. Berarti hanya berumur 6 tahun aku aman dalam hal kebebasan. Aku sebenarnya tak ingin bebas, apalagi jika ada masalah, aku bingung ingin meminta pendapat pada siapa, selain pada Tuhan. Aku akui, aku memang susah mendapatkan seorang sahabat, entah mengapa.

Jiwa ini berontak, tapi aku tak tau harus bagaimana, kini pun aku berada dititik kejenuhan. Sudah saat nya aku berfikir untuk kedepan, tapi aku ga mau untuk mengharap lebih. Sebebas-bebasnya aku hidup, tapi jiwa ini terkurung dan terbelenggu.

#menuangkan dalam bentuk tulisan, membuat sedikit beban berkurang :)

Template by:

Free Blog Templates