Rabu, 01 Mei 2013

CERMIN TERINDAH DIUJUNG PESISIR INDONESIA 'LABUAN CERMIN

Namun aku hanya ingin bercerita banyak tentang laut indahnya, tentang keunikan danaunya, tentang pesisir yang rimbun oleh pohon kelapanya dan tentang keramah-tamahan penduduknya. Semua itu menjadikannya sangat bernilai tinggi lebih dari pariwisatanya dan lebih berharga dari mall-mall dikota besar.

Biarlah akses jalan darat menuju ketempat ini (Kecamatan Biduk-biduk, Kab.Berau, Kalimantan Timur) seperti itu apa adanya, agar keramahan penduduk disini tetap terjaga, agar beningnya laut tak akan luntur oleh keserakahan manusia yang tak bertanggung jawab. Namun pesisir tetaplah harus diperhatikan agar mereka tak iri sama mereka di ibu kota yang semuanya serba ada terkecuali keexsotican alam & keramahan pesisir.

Pulau Kalimantan mempunyai akses jalan darat yang medan nya begitu berat. Banyak jalan penghubung antar kabupaten/kota yang belum beraspal bahkan masih tanah polos yang hanya ditimbun sirtu begitu saja. Alhasil jika di musim hujan perjalanan begitu lama untuk ditempuh ataupun anda bisa putus asa dan berhenti ditengah perjalanan.

Ada beberapa jalan-jalan di Provinsi Kalimantan Timur yang lumayan mulus oleh aspal yaitu jalan provinsi dari Balikpapan menuju samarinda, lalu dari samarinda menuju bontang (ada beberapa yang masih dalam tahap perbaikan) dan bontang menuju sangatta. Untuk penajam menuju paser jalannya ada yang beraspal mulus tapi itu sedikit, belum lagi jalan menuju perbatasan antara Kalimantan timur dengan Kalimantan selatan yang begitu terjal, sempit dan aspal yang berlobang-lobang. Begitu pula jalan yang menuju ke daerah saya Kabupaten Kutai barat, jalan penghubung dari kabupaten Kutai Kartanegara menuju daerah saya ini bila anda lewati, akan dibuat pusing olehnya.

Permasalahan akses jalan tersebutlah yang membuat jumlah wisatawan hanya sedikit yang berkunjung ke daerah-daerah di pulau Kalimantan. Selain akses jalan, transport-transport umum yang sering tidak menentu jadwal keberangkatannya membuat wisatawan berfikir dua kali lagi untuk menuju objek-objek wisata di Kalimantan dan hal ini sangat berbeda jauh dari pulau di jawa

Biduk-biduk adalah sebuah kecamatan sekaligus nama salah satu desa dikecamatan ini di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang memiliki alam pesisir yang begitu indah dan mempunyai penduduk yang terlihat sangat Indonesia sekali akan keramah tamahannya. Selain desa biduk-biduk & giring-giring ada 4 desa lain nya yaitu pantai harapan, tanjung perepat, teluk sulaiman, & teluk sumbang.

Diujung desa teluk sulaiman kita akan menemukan pos TNI Angkatan Laut dimana daerah tersebut menjadi daerah perbatasan. Di dekat pos tersebut ada sebuah dermaga yang biasanya tempat bersender kapal-kapal barang yang masih berbentuk kapal penisi warisan nenek moyang kita Indonesia. Didekat pos TNI tersebut juga ada berdiri sebuah masjid dan terdapat pula taman rekreasi (walaupun hanya ada kursi-kursi berjejer dan meja seadanya beserta penjual minuman di sore hari).

Garis pantai yang begitu panjang hingga 27 km dan ditumbuhi pohon-pohon kelapa dipinggir jalan kiri dan kanan menjadikannya indah sempurna. Air laut yang begitu bening dan tenang ditambah lagi aneka ikan yang bermain didalam air pun terlihat jelas. Lebih ternilai lagi karena disini terdapat danau unik dua rasa “Labuan cermin” air paling atas rasanya tawar & air paling bawah rasanya asin  serta airnya yang sangat jernih. Jika anda melihat dipeta Kalimantan, kecamatan biduk-biduk ini berada tepat di ujung hidung borneo.

Danau unik ini terdapat juga di daerah lain yaitu di daerah Provinsi Jambi, namun saya kurang tau apakah rasa airnya ada dua rasa juga yaitu asin & tawar. Termasuk pula hewan yang hidup di dalam danau tersebut (yang asin hidup hewan air laut & yang tawar hidup hewan air tawar/sungai).

Apa yang kau rasakan???

Air danau “labuan cermin” yang terasa dingin serta pantulan air yang bening akan memanjakan hati dan mata anda. Menikmatinya ditengah hutan mangrove yang masih terdapat banyak burung-burung hutan liar menambah sahdunya ditelinga akan suara mereka yang saling sahut-menyahut seolah-olah bergantian dalam paduan suara. Belum lagi mata anda yang akan dimanjakan warna danau yang dari ujung ke ujung warnanya semakin exsotic bak diantara pantulan keramik-keramik alam. Begitu pula dengan hamparan dinding tanaman-tanaman yang hidup dipinggir danau menambah exsoticnya danau ini.

Swimming di Danau 2 Rasa "labuan cermin"

Menikmati pantai disepanjang kecamatan ini anda tak akan bosan-bosannya. Udara yang begitu sejuk tidak seperti dipinggir pantai lainnya, yah mungkin dikarenakan pohon-pohon kelapa itu dan lautnya yang berombak tenang serta laut yang masih sangat alami. Tapi walaupun banyaknya tanaman kelapa disepanjang kecamatan ini, tak satupun saya menjumpai penjual es kelapa. Padahal udara sesegar ini kalau dinikmati dengan es kelapa sangat serasi sekali nikmatnya.

Di desa Labuan kelambu tepatnya yang di dekat dermaga menuju danau dua rasa hanya ada 2 warung makan, namun toko sembako banyak di desa ini, terdapat juga satu pengisi air isi ulang dan ada sebuah mesjid juga. Ini sebagai referensi jika anda ingin ketempat tersebut. Namun jika anda ingin mencari penginapan anda bisa kedaerah tepat ditengah kecamatannya yaitu di desa biduk-biduk dan desa giring-giring.

Anda penikmat sunrise? Disepanjang pantai biduk-biduk anda akan dapat menikmati sunrise dengan sempura. Akan tetapi jika anda di desa Labuan kelambu, anda tidak akan mendapatkan sunrise, karena tertutup oleh sedikit bukit dan hutan mangrove serta pohon-pohon kelapa.

Bercerita tentang indahnya biduk-biduk membuatku selalu mengingat perjalananku kedaerah ini dari tempatku tinggal yaitu Kab.kutai barat (Kalimantan timur). Dengan jarak tempuh sekitar hampir 900 km dari kediamanku, aku touring bersama  5 temanku (ria, david, dwi, lukman & khairul) dimulai dari kota bontang (sebelumnya aku sudah lebih dulu touring sendiri dari kab.kutai barat – samarinda – bontang, lalu bersama-sama memulai touring dari kota Bontang). Dari bontang kami lanjut ke sangatta dan lanjut lagi ke bengalon dan bermalam disana.

Esok pagi nya kami memulai lagi touring dari bengalon ke biduk-biduk, dengan lama perjalanan 10 jam dan sempat offroad, sampailah kami di biduk-biduk. Di desa Labuan kelambu kami mendirikan tenda untuk camping, namun sebelumnya kami meminta izin terlebih dahulu kepada ketua RT ditempat tersebut.

Touring
Paginya tepat tanggal 11 maret 2013 kami menikmati gerimis dipesisir Kalimantan, namun gerimis itu tak menghalangi kami tuk menikmati pantai berair jernih didepan tempat kami camping. Di dekat tempat kami camping bersandar kapal-kapal nelayan, dari atas kapal pun kami tak mau melewatkan kesempatan tuk bermain-main, yah diantara kami ada yang melompat dari atas kapal ke dalam laut. Serapan pagi kami pun sangat sederhana yaitu roti isi mie dan ikan tongkol yang kami bakar sendiri (ikan nya dikasih gratis oleh nelayan di biduk-biduk).

Camping

Setelah perut terisi penuh dengan segera kami ke dermaga untuk mencari kapal yang membawa kami ke danau unik dua rasa Labuan cermin. Dengan harga sewa kapal Rp.100.000 yang katanya Rp.50.000 untuk kas Kecamatan dan Rp.50.000 untuk yang punya kapal, kami menikmati perjalanan sekitar 5 menit diatas air laut yang sangat jernih.

Ketika di atas kapal (masih di dermaga) saya mencicipi air lautnya, ternyata rasanya payau, hingga kapal terus berjalan menuju danau saya masih iseng untuk terus dan terus mencicipi air tersebut, dan air yang berada didanau itu ternyata benar-benar tawar !!!.

Saya pun penasaran untuk mencoba air yang berada di dalam danau paling bawah, karena yang di atas danau bisa saya rasakan langsung, untuk yang dibawah paling tidak kita harus menyelam antara 10 meter hingga 15 meter untuk merasakan air asin nya. Sayangnya saya hanya dapat menyelam dengan kedalaman 2 meter saja, dan salah satu teman pun mencobanya, tapi dia hanya mampu hingga kedalaman 5 meter.

Pose-pose ala persahabatan pertualangan :D




Raut indah danau dua rasa Labuan cermin ini membuat decak kagum berulang-ulang di dalam hati, sempurna lukisan alam yang berada didepan mata, hingga membuat kami lupa akan kelelahan perjalanan kemarin yang benar-benar membelah jalanan Kalimantan timur  diantara jalan houling sawit dan hutan belantara yang tak akan terlupakan, karena disepanjang jalan kita menemukan hewan-hewan langka, seperti burung enggang dan beberapa tupai besar serta monyet-monyet hutan.

Sesekali dalam perjalanan kami dihadapkan dengan jalanan houling sawit yang bercabang, kalau sedang ada masyarakat disekitarnya kami dapat bertanya arah jalan, namun kadang kami sama sekali tak menjumpai masyarakat atau pun yang sedang lewat didaerah tersebut, mau tidak mau kami hanya mengandalkan insting tebak-tebakan atau kami memilih untuk melihat jejak bekas ban kendaraan yang baru saja melintas, jika jejak tersebut baru, itu yang akan kami ikuti.

Perjalanan ini pun menyimpan banyak kisah persahabatan yang baru terjalin, dimana kami (Yana, ria, & david) untuk pertama kalinya ngetrip (jalan) bersama dengan dua teman baru yaitu Lukman & Khairul. Namun persahabatan yang baru terjalin ini tidak menjadi hambatan dalam cara kami bergaul. Kami seolah-olah sudah lama berkenalan.

Banyaknya rintangan yang kami hadapi di dalam perjalanan, tidak kami rasakan bahkan kami jadikan itu sebagai krikil-krikil kecil karena kekompakan kami di dalam tim. Disini kami pun merasa tidak ada yang namanya senior ataupun junior. Kami sangat beruntung, karena didalam tim kami diberikan kelebihan pada masing-masing pribadi. Dari kelebihan pribadi itu pun kami saling belajar dan saling berbagi ilmu. Alangkah indahnya kebersamaan ini.

Untuk pergi ke desa biduk-biduk (Kab.Berau) dari Kota Bontang kami touring dengan menggunakan 3 sepeda motor, dengan hitungan kasar perjalanan darat jika nonstop ± 13 jam dan pulangnya kami menumpang kapal barang yang bersandar di desa biduk-biduk menuju kota samarinda (turun di handil D) dengan lama perjalanan di atas perairan laut selat Makassar ± 25 jam. Menikmati bintang-bintang diatas langit dan ditemani angin laut pesisir memang terasa sangat berbeda jika perjalanan itu baru pertama kali bagi kami semua. Kami memulai perjalanan di atas kapal barang itu sekitar jam 9 malam.

Bosan itulah yang kami rasakan di atas kapal yang memakan waktu perjalanan berjam-jam, walaupun sesekali kami sambil bermain kartu dan saling bercerita tetap saja rasa bosan itu ada. Ketika sore mulai menyapa, ada sedikit hiburan yang kami dapatkan yaitu kapal-kapal besar batubara beserta dermaga yang berada ditengah lautan tempat untuk memindahkan batubara ke kapal lainnya dan beberapa kilang minyak yang berada ditengah lautan mulai kami temukan disepanjang perjalanan.

Ada satu kebanggan lagi ketika kami menumpang kapal barang ini, yaitu kami dapat menikmati kibaran bendera sang saka Merah Putih yang dengan ramahnya menemani kami dan setia setiap harinya menemani nahkoda serta awak kapal sepanjang perjalanan mereka. Kapal ini pun masih berbentuk seperti buatan nenek moyang kita Indonesia, yang sering disebut sebagai kapal penisi. Memang sedikit berubah disisi pengendalian kapal yaitu menggunakan mesin bukan layar yang mengandalkan angin.

Sebagai warga Negara Indonesia melangkahkan kaki ke daerah yang mempunyai potensi wisata unik, indah dan sangat menarik namun belum terlalu familiar untuk dikunjungi wisatawan menjadi kepuasan tersendiri. Indonesia ternyata mempunyai cermin air yang begitu mempesona di ujung pesisir yang letaknya tak jauh dari objek wisata kepulauan derawan (kab.Berau) yang sudah terkenal se Indonesia bahkan dunia. Ya sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan dari ibu kota Kab.Berau (Tanjung Redeb) anda sudah sampai ketempat ini, yaitu di Kecamatan biduk-biduk tempatnya danau unik 2 rasa ini berada, danau yang kusebut sebagai cermin terindah sejagad raya.

Mungkin saya akan susah untuk mengaakhiri tulisan ini, karena cerita biduk-biduk ini begitu banyak meninggalkan kesan dihati yang penuh dengan cerita persahabatan, keindahan & pasti nya pertualangan (touring, camping, swimming, snorkeling, dll).

Pantai Pesisir Biduk-biduk

Dan saya berjanji akan kembali kesini, yaitu dimana terdapat cermin alam terindah yang membuatku akan merasa selalu menjadi wanita tercantik karena memandangnya terus-menerus hingga hatiku tak ingin mengusainya.

Kegiatanku :)

Masih kah…
Kau simpan keindahan Indonesia lainnya Tuhan?...
Masih kah …
Ada rasa bangga menjadi Indonesia Kawan?...
Masih kah …
Belum kita rasakan itu semua?...
Jawablah dari darah yang mengalir di jiwa ragamu kawan !

~Biduk-biduk 11 Maret 2013~

NB : beberapa foto adalah hasil jepretan Kak Eroel atas kamera Ria

17 komentar:

awangkurniawan mengatakan...

mudahan bisa berlibur kesana....

Hendry Hamzah mengatakan...

So amazing,,,hiks nyesal kemarin aku g ikut,,,itu krn kemarin trip ke provinsi lain,,kalo g, pasti ikut,,,next ksini lg qt mba yana,,,,camping lg,,skalian lanjut ke berau,,ke derawan nya :D

rahmayana rebang mengatakan...

mas awang... semoga ada kesempatan untuk mas nya :)

Hendry... siiipp bisa di atur dry, kalau touringnya lihat kondisi si biru dulu deh :)

Youdha Pershanta mengatakan...

info dong perjalanan kesana,,, 081253183113
mau ikut gabung di samarinda backpacker...
thanks,,

rahmayana rebang mengatakan...

siip, sudah dikabari kan :)
Trims

wahyu priambodo mengatakan...

seruuuu, mantaapp,,, info rute dong,, thanks

rahmayana rebang mengatakan...

wahyu... untuk info rute bisa menghubungi david utomo (add saja facebook nya), karena dia yang sangat paham akan rute darat, kalau saya maaf rada-rada lupa, kebetulan kemarin dia rekam di GPS. bilang saja tau akun dia dari saya. trims :)

winda yanti siti mengatakan...

jadi pengen kesana mba.

rahmayana rebang mengatakan...

pergilah, selagi belum turisty buanget :)

ikhsangouse mengatakan...

salam kenal..
kami memiliki paket wisata A Jouney Advanture : Bike To Eat dimana kalian akan kami ajak untuk bersepeda di lintas alam sumatra barat.
terima kasih

wahyu cr mengatakan...

Mba, minta info kapal barang dong.. Soalnya aku rencana mau ngebolang ksono pake kapal barang itu aja.. Maklum budget kecil mba.. Mohon bantuannya ya mba.. Kalo ada cp nya alhamdulillah,, thanks.

rahmayana rebang mengatakan...

ntar aku minta sama teman, soalnya teman yang save nomornya, atau kalau mau pergi aja ke pelabuhan di samarinda itu di pasar pagi, biasa mereka nyandar disana :)

wahyu cr mengatakan...

Aku udah kesana mba, tapi katanya kapalnya udah berangkat,. Nah itu makanya butuh banget cp nyaa,, soalnya aku di Balikpaoan mba, susah kalo mau ngecek kapal bolak balik mbaa,, mohon bantuannya yaa mba., thanks,,

taufiq rasdin saleh mengatakan...

mba nda asa info buat transport dari berau ke biduk biduk kah?? atau untung hopping pulau pulau sekitar biduk2

rahmayana rebang mengatakan...

taufiq.. sori baru buka blog :D gak punya info saya yang kalau dari berau ke biduk-biduk nya, tapi setau saya kalau mau cari transport ke biduk-biduknya ke simpang 5 tanjung redeb aja, tanya-tanya aja sama supir2 disana, ohya saya pernah lihat di simpang 5 itu ada tulisan tujuan tanjung redeb - biduk2 dekat warung depan terminal. untuk hopping pulau sekitar biduk2 ntar saya tanya teman dulu yach :)

Muhammad Ogie mengatakan...

Update terbaru september 2015 perjalanan menuju Kec. Biduk-biduk dari balikpapan tembus 14-15 jam Dapatkan paket wisata menarik dari kami dan bonus untuk anda yang tertarik trip jalur darat via balikpapan samarinda bontang sangatta

Kami melayani transportasi travel darat mobil carteran tujuan luar kota Samarinda- Balikpapan- Bontang- Sangatta- Bengalon- Sangkulirang- Muara Wahau - Tanjung redep- danau labuan cermin Biduk biduk Berau- Sebulu- Muara Kaman- Kota bangun- Melak-Penajam- Tanah grogot Banjarmasin (Kalimantan Selatan) lintas kalimantan timur

More info 085247977969/ whatsapp tidak melayani sms, pin bbm 76a4390
FB: muhammad nur ogi'e
http://returnofthecondorheroes.blogspot.com/

IBU ROSMIATI mengatakan...

KISAH SUKSES
Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates