Minggu, 12 Mei 2013

WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA

Perjalanan ini saya lakukan pada tanggal 25 s/d 29 April 2013.

Catatan : Sebelumnya saya minta maaf karena saya terlalu egois untuk mempublikasikan tulisan yang belum kelar 100 %, tapi tak apalah, soalnya sudah banyak yang menunggu, tulisan ini akan segera saya selesaikan. Terima kasih karena sudah membacanya terlebih dahulu :D

Bagi penikmat panorama bawah laut (snorkling maupun diving), Wakatobi menjadi salah satu surganya panorama bawah laut, dikarenakan memiliki beranekaragam kekayaan alam bawah laut seperti terumbu karang dan aneka binatang laut, saya sangat merecomendasikan anda untuk ke kawasan ini, karena terumbu karangnya besar-besar !!!!. Wakatobi adalah sebuah kabupaten baru yang berdiri pada tahun 2003 masuk dalam Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki luas area sekitar 1.39 juta ha yang masuk dalam kawasan Taman nasional Wakatobi memiliki empat pulau besar yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Namun dikarenakan minimnya informasi masalah transportasi ke daerah ini banyak orang yang putus asa sebelum melakukan perjalanan, apalagi perjalanannya sangat memakan waktu yang lama. Maka dengan ini saya berusaha memberikan sedikit informasi tentang Kab.Wakatobi, bukan hanya informasi tentang transport saja yang akan saya paparkan dalam tulisan saya kali ini, ada beberapa spot snorkling maupun diving dan informasi lainnya yang juga akan saya cantumkan disini.

WISATA AIR TERJUN INAR KU KINI???


“Jangan kau Tanya apa yang telah diberikan Negara padamu,
tapi tanyalah apa yang telah kau berikan pada Negara”
         
Sejak saya membaca serta menelaah kalimat tersebut, sejak itu pula, setiap kali mau mengeluh tentang Negara kita Indonesia saya selalu menghitung-hitungnya, bolehkah saya mengeluh??. Mengapa sering sekali masyarakat mengeluh kepada negara terkhususnya kepada pemerintahnya, yup, karena meraka merasa kurang puas baik masalah pembangunan, infrastruktur, pariwisata, pendidikan, dll-nya, sedangkan masyarakat selalu membayar pajak, dan pajak tersebutlah  yang membayar gaji para pegawai pemerintah serta pembangunan dll-nya.

Saya tidak akan panjang lebar membahas tentang keluhan kita masyarakat kepada negara khususnya pemerintah. Saya hanya ingin mencari cara bagaimanakah agar saya bisa bermanfaat walaupun sedikit untuk negara. Pertengahan tahun 2012 saya menemukannya !!! berawal dari hoby saya yang suka berpetualang ke daerah-daerah baru, menjadikan saya tau akan wisata beserta pengelola wisatanya. Secara tidak langsung saya menjadikan-nya sebagai studi banding antar wisata satu dengan wisata yang lainnya. Karena hoby saya adalah berpetualang, atau kita ambil sederhananya saja yaitu travelling (Jalan-jalan) maka saya lebih suka memberi gambaran dan perbandingan-perbandingan tentang objek wisatanya. Hal ini lah yang akan saya tuangkan dalam tulisan kali ini, walaupun jalan belum terbuka lebar, semoga dengan tulisan ini jalan ku semakin lebar, dan menjadikan saya untuk semakin mencintai negara saya sendiri “Indonesia”.

Kutai barat adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan timur yang mempunyai areal hutan yang masih alami, namun sayangnya sekarang hutan alami (perawan) itu semakin berkurang sejak adanya penambangan batu bara serta pembukaan lahan kelapa sawit di kabupaten yang semakin meluas jumlah hektarnya.

Air Terjun "Jantur Inar"

Rabu, 01 Mei 2013

CERMIN TERINDAH DIUJUNG PESISIR INDONESIA 'LABUAN CERMIN

Namun aku hanya ingin bercerita banyak tentang laut indahnya, tentang keunikan danaunya, tentang pesisir yang rimbun oleh pohon kelapanya dan tentang keramah-tamahan penduduknya. Semua itu menjadikannya sangat bernilai tinggi lebih dari pariwisatanya dan lebih berharga dari mall-mall dikota besar.

Biarlah akses jalan darat menuju ketempat ini (Kecamatan Biduk-biduk, Kab.Berau, Kalimantan Timur) seperti itu apa adanya, agar keramahan penduduk disini tetap terjaga, agar beningnya laut tak akan luntur oleh keserakahan manusia yang tak bertanggung jawab. Namun pesisir tetaplah harus diperhatikan agar mereka tak iri sama mereka di ibu kota yang semuanya serba ada terkecuali keexsotican alam & keramahan pesisir.

Pulau Kalimantan mempunyai akses jalan darat yang medan nya begitu berat. Banyak jalan penghubung antar kabupaten/kota yang belum beraspal bahkan masih tanah polos yang hanya ditimbun sirtu begitu saja. Alhasil jika di musim hujan perjalanan begitu lama untuk ditempuh ataupun anda bisa putus asa dan berhenti ditengah perjalanan.

Ada beberapa jalan-jalan di Provinsi Kalimantan Timur yang lumayan mulus oleh aspal yaitu jalan provinsi dari Balikpapan menuju samarinda, lalu dari samarinda menuju bontang (ada beberapa yang masih dalam tahap perbaikan) dan bontang menuju sangatta. Untuk penajam menuju paser jalannya ada yang beraspal mulus tapi itu sedikit, belum lagi jalan menuju perbatasan antara Kalimantan timur dengan Kalimantan selatan yang begitu terjal, sempit dan aspal yang berlobang-lobang. Begitu pula jalan yang menuju ke daerah saya Kabupaten Kutai barat, jalan penghubung dari kabupaten Kutai Kartanegara menuju daerah saya ini bila anda lewati, akan dibuat pusing olehnya.

Permasalahan akses jalan tersebutlah yang membuat jumlah wisatawan hanya sedikit yang berkunjung ke daerah-daerah di pulau Kalimantan. Selain akses jalan, transport-transport umum yang sering tidak menentu jadwal keberangkatannya membuat wisatawan berfikir dua kali lagi untuk menuju objek-objek wisata di Kalimantan dan hal ini sangat berbeda jauh dari pulau di jawa

Biduk-biduk adalah sebuah kecamatan sekaligus nama salah satu desa dikecamatan ini di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang memiliki alam pesisir yang begitu indah dan mempunyai penduduk yang terlihat sangat Indonesia sekali akan keramah tamahannya. Selain desa biduk-biduk & giring-giring ada 4 desa lain nya yaitu pantai harapan, tanjung perepat, teluk sulaiman, & teluk sumbang.

Diujung desa teluk sulaiman kita akan menemukan pos TNI Angkatan Laut dimana daerah tersebut menjadi daerah perbatasan. Di dekat pos tersebut ada sebuah dermaga yang biasanya tempat bersender kapal-kapal barang yang masih berbentuk kapal penisi warisan nenek moyang kita Indonesia. Didekat pos TNI tersebut juga ada berdiri sebuah masjid dan terdapat pula taman rekreasi (walaupun hanya ada kursi-kursi berjejer dan meja seadanya beserta penjual minuman di sore hari).

Garis pantai yang begitu panjang hingga 27 km dan ditumbuhi pohon-pohon kelapa dipinggir jalan kiri dan kanan menjadikannya indah sempurna. Air laut yang begitu bening dan tenang ditambah lagi aneka ikan yang bermain didalam air pun terlihat jelas. Lebih ternilai lagi karena disini terdapat danau unik dua rasa “Labuan cermin” air paling atas rasanya tawar & air paling bawah rasanya asin  serta airnya yang sangat jernih. Jika anda melihat dipeta Kalimantan, kecamatan biduk-biduk ini berada tepat di ujung hidung borneo.

Danau unik ini terdapat juga di daerah lain yaitu di daerah Provinsi Jambi, namun saya kurang tau apakah rasa airnya ada dua rasa juga yaitu asin & tawar. Termasuk pula hewan yang hidup di dalam danau tersebut (yang asin hidup hewan air laut & yang tawar hidup hewan air tawar/sungai).

Apa yang kau rasakan???

Air danau “labuan cermin” yang terasa dingin serta pantulan air yang bening akan memanjakan hati dan mata anda. Menikmatinya ditengah hutan mangrove yang masih terdapat banyak burung-burung hutan liar menambah sahdunya ditelinga akan suara mereka yang saling sahut-menyahut seolah-olah bergantian dalam paduan suara. Belum lagi mata anda yang akan dimanjakan warna danau yang dari ujung ke ujung warnanya semakin exsotic bak diantara pantulan keramik-keramik alam. Begitu pula dengan hamparan dinding tanaman-tanaman yang hidup dipinggir danau menambah exsoticnya danau ini.

Swimming di Danau 2 Rasa "labuan cermin"

ADA CINTA DI ATAS PESAWAT 'edisi ramang-ramang Sulawesi Selatan

Semua traveler (orang yang suka berwisata dengan jalan-jalan) yang masih berstatus single pasti berangan-angan untuk menemukan jodohnya dari setiap perjalanan ketika dia sedang pergi berpetualang kesuatu tempat. Beranga-angan yang duduk disamping baik di dalam bus, kapal atau pun pesawat adalah bakal calon jodohnya. Begitu pula dengan aku.

Panggil saja dia jo, dia berasal dari Palembang, kami berkenalan didalam pesawat tujuan bau-bau (Sulawesi Tenggara) ke Makassar (Sulawesi Selatan). Kami duduk bersampingan, satu demi satu kalimat keluar dari obrolan kami dan berakhir panjang hingga cerita demi cerita tentang pribadi kami masing-masing dan akhirnya memutuskan untuk jalan bareng keliling kota Makassar sebelum esok harinya kami akan melanjutkan penerbangan ke kota masing-masing (aku ke Balikpapan sedangkan dia ke Palembang).

my new travelmate 'Jo

Template by:

Free Blog Templates