Kamis, 18 April 2013

PUNCAK GUNUNG LAWU VS 2 KALI OPERASI CAESAR


Vonis dari seorang teman yang menyuruhku berhenti untuk tidak meneruskan pendakian dan beristirahat di pos 3, membuat amarahku hampir memuncak. Hal seperti inilah yang membuatku enggan untuk yang namanya mendaki gunung, karena keegoisanku masih tinggi.

Namun dikarenakan perut yang semakin terasa nyeri, aku menuruti vonis teman tersebut. ku akui karena aku mempunyai kelemahan dalam hal kesehatan, salah satu organ tubuhku (perut) sudah 2 kali di operasi Caesar. Awalnya rasa nyeri tersebut ingin ku sembunyikan dari hadapan tim. Namun ku tak boleh egois karena ini menyangkut keselamatanku dan termasuk tanggungjawab tim bersama.

Tepat pukul 9 malam ( 29 maret 2013 ) aku memulai pendakian perdanaku ke gunung lawu bersama 3 orang teman, 2 laki-laki (asal Karanganyar & Bontang) dan 1 orang perempuan (Salatiga) dengan memilih jalur cemoro kandang. Namun kebersamaan dalam pendakian itu terpaksa ku hentikan di pos 3, aku memilih untuk beristirahat sebentar sedangkan mereka tetap meneruskan pendakian. Jika tidak pulih, aku tidak akan melanjutkan pendakian (menetap di pos 3) dan menunggu mereka turun untuk bersama-sama kembali turun ke pos awal.

Dinginnya udara pegunungan menemani setiap detik nafasku di sepanjang pendakian, jam masih menunjukkan pukul 2 pagi, di pos 3 gunung lawu jalur cemoro kandang inilah aku menumpang tenda dari pendaki lainnya untuk berisitrahat tanpa ditemani oleh salah satu teman dari tim pendakianku.

Didalam tenda yang ku tumpangi terdapat 3 orang perempuan yang masih berstatus mahasisiwi dan ada satu orang laki-laki. Laki-laki tersebut bernama yudha, dialah yang diberi mandat oleh salah satu teman ku untuk memperhatikan diriku selama dipos 3 ini. Entah mengapa ku langsung tertidur lelap, mungkin dikarenakan rasa nyeri diperut dan rasa ngantuk yang mendera, maklum tadi kami hanya sempat beristirahat dengan berbaring sebentar selama 45 menit di pos 2.

Satu jam telah berlalu dan kondisi ku semakin membaik. Aku pun berfikir untuk meneruskan pendakian bersama tim lainnya yaitu tim mahasiswa/i  yang ku tumpangi tendanya ini. Kebetulan mereka akan memulai lagi pendakian setelah beristirahat lama di pos 3 ini. Setelah aku memberitahukan niatku untuk bergabung bersama mereka dan mereka menyetujuinya, kami pun memulai pendakian pada pukul 03.30 wib.

Namun dikarenakan cara pendakian ku yang lamban, aku pun memutuskan untuk tidak meneruskan pendakian bersama tim mahasisiwa/i ini, aku menyuruh mereka untuk tetap meneruskan pendakian tanpa adanya diriku yang nantinya malah memperlambat pendakian mereka. Aku pun berhenti didekat tempat camping pendaki lainnya untuk beristirahat beberapa menit.

Rasa nyeri diperut memang sudah tidak terasa lagi, ketika diriku masih didalam tenda pos 3 tadi otak ku tetap berjalan untuk memikirkan bagaimana caranya agar tetap bisa mendaki hingga sampai ke puncak tanpa ada rasa nyeri diperut ini. Ya mungkin dengan cara melangkah pelan-pelan dan menghindari berjalan dengan lutut tidak melebihi dari sebatas perut, maka diriku tetap akan merasa sehat tanpa ada rasa nyeri diperut. Namun semua jalan dijalur cemoro sewu memiliki tanjakan yang begitu tinggi dan tajam, aku pun harus selektif untuk memilih jalur yang tidak mempunyai tanjakan terlalu tinggi, walaupun jika diriku melewatinya akan memakan waktu yang lebih lama, mau tidak mau demi kesehatan ku harus memilih jalur yang memakan waktu lebih lama itu. Dengan cara inilah aku yakin perut ini tidak akan terasa nyeri.

Setelah beristirahat sebentar, aku memilih untuk meneruskan pendakian gunung seorang diri dengan cara seperti diatas, aku memulainya lagi tepat dipukul 4 pagi. Rasa takut memang ada, takut tersesat ataupun takut ketika ada musibah tak ada seorang pun disampingku. Namun aku berfikir untuk selalu berpositif thinking, karena pemikiranku saat itu sederhana saja, aku ke gunung untuk mencari tau bahwa puncak gunung itu seperti apa, agar aku bisa lebih tau bahwa begitu dahsyatnya bumi yang diciptakanNya.
salah satu medan yang masih tertata sangat baik

salah satu medan yang terjal
Mungkin beberapa orang akan mengatakan bahwa diriku itu nekad-an. Namun sebelum memutuskan untuk tetap melakukan pendakian seorang diri apalagi bagi pemula, aku sudah survey jauh-jauh hari tentang gunung ini termasuk info-infonya. Dan kebetulan sekali sebelum ku melakukan pendakian, yaitu di sebuah masjid di seberang jalan gapura menuju gunung ku bertemu dengan seorang mahasiswa kedokteran, dia melakukan pendakian ini seorang diri, itu pun sudah sering ia lakukan di gunung ini.

Ku ucapkan rasa syukur yang mendalam setelah diriku sampai di pos 4, dan aku akan meneruskan kembali pendakian untuk menuju pos 5. Ternyata jalur dari pos 4 ke pos 5 inilah yang mempunyai tanjakan begitu tajam namun jaraknya tidak terlalu panjang. Sepanjang jalur pos 4 hingga ke pos 5 inilah aku menikmati lukisan alam jinggaNya atau yang sering dikenal dengan sunrise.
pos 4
Menikmati sunrise yang berbeda dari pertualangan-petualanganku yang sebelumnya, membuat diri ini mampu

Awalnya selain mengkhawatirkan kesehatan di perut yang sudah 2 kali operasi Caesar, ada satu permasalahan kesehatan lainnya yaitu alergi pada cuaca dingin, namun entah mengapa alergi itu tidak pernah timbul hingga aku sukses mendaki gunung dan balik turun hingga ke pos awal.

Didepan terpampang jelas tulisan “pos 5” aku pun mulai menjiba ragaku untuk merasakan  nikmat syukur kembali atas apa yang kuraih saat itu. Hufttt hampir saja aku salah mengambil jalur jalan pendakian, jika salah mungkin aku akan tersesat, untung ada pendaki lain nya yang melihatku dan meneriakiku untuk kembali memutar jalur. Ternyata bukan hanya diriku saja yang hampir tersesat, banyak pendaki lain juga mengambil jalur itu. Perlu diingat jika anda ke gunung lawu dengan mengambil jalur cemoro kandang , dan anda sudah sampai ke pos 5, sebaiknya anda mengambil jalur sebelah kanan, bukan sebelah kiri !!!.

Tak lama diriku melihat begitu banyak berdiri tenda-tenda, dan mataku tertuju pada tiga orang yang sedang santai menikmati serapan pagi, dan ternyata mereka adalah tim pendakianku. Aku pun bergabung kembali dengan mereka sekaligus serapan pagi bersama sebelum memulai pendakian utamanya yaitu ke puncak gunung lawu.

Jangankan bercita-cita, membayangkannya saja ku tak pernah, namun perjalananku kali inilah yang mengantarkanku ke puncak gunung lawu 3265 mdpl, tepat dua hari setelah bertambahnya umurku. Yup pukul 9 pagi (30 Maret 2013) aku sudah berada di puncak gunung lawu 3265 mdpl (argo dumilah). 

tak inginku berangan-angan, namun ternyata??? dan disana aku masih bisa menghirup gratis nafas sebuah puncak gunung, alhamdulilah :)

menatap puncak argo dalem dari puncak argo dumilah Gunung lawu, aku jatuh cinta



Dengarkan daun bercerita
Dengarkan ilalang bernyanyi
Angin menyapa
Dan pohon berpuisi
Puisi sang pohon :
Janganlah kau kejar keindahan sunset atau sunrise
Tapi kejarlah keindahan akan  keselamatanmu

Catatan penting !!!
Cerita ini bukan memberi jalan persetujuan bagi anda yang mempunyai kendala kesehatan untuk tetap mendaki, hal yang paling  penting anda harus terlebih dahulu tau akan kesehatan anda dan bagaimana caranya menyiasati agar tetap “sehat” karena mendaki bukan hoby untuk bermain-main, setelah pengalaman pertama saya mendaki gunung ini, saya berniat untuk tetap mendaki kembali dengan cara menyewa porter atau pun teman yang mau mendampingi saya untuk perjalanan lamban plus membawa peralatan (kondisi kesehatan sayalah yang melarang diri saya membawa barang yang berat-berat).

Bersambung.....

5 komentar:

Muhammad Saipul mengatakan...

Bukan maksud hati untuk memarahi dirimu bu, itu lah kenapa saya,mas arif dan mba intan menitipkan dirimu di pos 3,agar dirimu bisa beristirahat sejenak dan bisa melanjutkan perjalanan ke puncak.salut atas semangat dan pantang menyerahmu bu..kami bertiga sarapan sambil.mba intan menanyakan kondisimu bu, and belum selesai saya ngomong dirimu udah nongol dibelakangku, aku tau banget dirimu bu...hihihi...pissssss

rahmayana rebang mengatakan...

heheh.. iya mas ipoel.. kata mas iman gini : Pendakian pertama punya cerita tersendiri, dan akan kita sadari kelemahan-kelemahannya setelah kita jalani pendakian berikutnya, berikutnya dan berikutnya. Dan pendewasaan itu akan menjadi sebuah proses yang panjang dan tanpa akhir. Teruslah mendaki

so.. trims buanget udah ngajak saya manatap langit Jawa Tengah, i miss u all :)

Tsania Shauqi mengatakan...

mba, itu naik ke lawu setelah brpa lama sc? aq pgn bgt naik. tp blm yakin dgb kondisi perut..hehe

Tsania Shauqi mengatakan...

mba, itu naik ke lawu setelah brpa lama sc? aq pgn bgt naik. tp blm yakin dgb kondisi perut..hehe

IBU ROSMIATI mengatakan...

KISAH SUKSES
Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates