Senin, 04 Maret 2013

LOMBOK, NTB "TEMAN YANG ADA UNTUK TEMAN"


Lombok, 31 Desember 2012 s.d 03 Januari 2013

backpacker senusantara
            Sepuluh.. sembilan.. delapan.. (serempak kami menghitung mundur) hingga tiga.. dua.. satuuuu.. dan akhirnya suara kembang api pun pecah di sebuah pulau kecil di Lombok barat (NTB), langit malam itu pun terlihat sangat cerah padahal tadi sempat gerimis, namun malam itu tetap  menjadi malam yang sangat indah karena dihiasi warna warni kembang api yang secara tidak langsung menandakan bahwa tahun 2012  telah berganti menjadi tahun 2013.

Gili sudak adalah sebuah pulau kecil yang masih alami di Nusa Tenggara Barat menjadi tempat dimana 32 orang backpacker yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia merayakan pergantian tahun. Acara di awali dengan menyalakan api unggun di pinggir pantai, lalu semua peserta melingkari api unggun tersebut, selanjutnya seorang teman yang memang asli orang Lombok membuka acara tersebut dengan diisi acara perkenalan dari masing-masing peserta malam itu, tak lupa kami pun mengheningkan cipta serta berdoa bersama.

Singkatnya, Dentingan lagu jiwa pergantian tahun Indonesia bukan hanya untuk merayakannya, namun bermuhasabah di pulau kecil gili sudak yang beralaskan pasir putih, berjendelakan air laut jernih, berpintukan hembusan angin antar gili, beratapkan langit indah yang diselingi desiran ombak serta ditemani bintang-bintang dilangit ditambah teduh nya pepohonan, sungguh malam yang sangat indah, malam dimana kami berjumpa dengan teman-teman baru seindonesia, malam dimana kami bercanda gurau hingga makan malam bersama, begitu terasa pengalaman yang sangat tak akan terlupakan, apalagi serasa berada di pulau pribadi yang dikelilingi pulau-pulau lainnya serta dikelilingi bukit-bukit hijau.

Mengawali pagi di tahun 2013, sebagian dari kami memilih kegiatan di pagi hari dengan berjalan mengelilingi gili sudak, lanjut bersnorkling ria, berenang, berfoto, hingga bermain kano untuk pergi ke gili di seberangnya.  Puncak acaranya di akhiri dengan sesi foto bareng. lalu satu persatu kami pun berpisah dan meninggalkan gili ini untuk melanjutkan petualangan berikutnya di daerah Lombok lainnya dengan masing-masing tim.

…………….

Kau punya mimpi ? dia punya mimpi? Dan mereka pun punya mimpi, termasuk mimpi untuk menginjakkan kaki ke salah satu wisata favorite pulau terbaik di Indonesia yaitu Lombok (Nusa Tenggara Barat). Tepat di akhir tahun 2012, 6 petualang dari 6 daerah berbeda di Indonesia untuk pertama kali nya datang ke pulau ini (Lombok).

Perkenalkanlah kami 6 petualang dari 6 daerah, dimulai dari cewek satu-satunya yaitu Yana asal Samarinda (Kalimantan timur), selanjutnya Rudy asal Medan (Sumatera Utara), Veris asal Palembang (Sumatera Selatan), Chucky asal Jakarta, Daniel asal Jember (Jawa timur) & Saesar asal Makassar (Sulawesi Selatan). Perkenalan sekaligus petualangan ini dimulai ketika kami sama-sama ingin merayakan pergantian tahun di Gili sudak, Lombok Barat, NTB. Kami adalah pecahan dari peserta yang berjumlah 32 orang tadi, namun sebelumnya kami tidak saling mengenal, mungkin di antara kami ada yang sudah saling mengenal dalam beberapa bulan sebelumnya disaat bertualang bersama ditempat lain.

DANIEL, SAESAR, RUDY, YANA, CHUCKY, VERIS


Sebuah masjid di daerah senggigi menjadi tempat istirahat sementaranya 5 cowok (rudy, veris, chucky, Daniel & saesar). Tak lama si yana datang untuk bergabung,  namun sebelumnya ketika masih di Gili sudak kami sudah sepakat untuk bertualang bersama. Meeting dadakan pun dimulai tapi bukan dimesjid melainkan disebuah warung tak jauh dari masjid. Sambil menikmati nasi goceng alias nasi  lima ribu sambil pula tuk merencanakan tujuan petualangan berikutnya. Akhirnya kami berenam sepakat untuk mencari rental motor lalu melanjutkan petualang dimulai dari daerah Lombok barat.

Setelah mendapatkan 3 motor kami melaju kendaraan untuk melanjutkan petualangan berikutnya. Sungguh indahnya pemandangan disepanjang jalan yang kami lalui (antara senggigi – desa medana, Tanjung), tak heran sebutan “Lombok tetangga nya syurga” oleh salah satu anak asli Lombok yang menjadi salah satu admint di Group FB Lombok backpacker adalah benar adanya. Ingat jangan sampai anda terhipnotis oleh pemandangan cantik disepanjang jalan, takutnya anda celaka, dikarenakan jalan yang berkelok kelok disepanjang pantai bahkan dikelilingi jurang-jurang terjal.

Hari pun semakin senja, kami berhenti sebentar untuk berdiskusi kembali. Setelah selesai berdiskusi dengan kesepakatan bahwa akan mencari tempat untuk menginap, karena ingin benar-benar bertualang ala backpacker maka kami putuskan untuk menginap di masjid (teras). Namun sebelumnya harus meminta izin terlebih dahulu kepada penduduk sekitar.

Beberapa penduduk yang habis menunaikan sholat pun keluar dari dalam masjid. Kami memberanikan diri untuk menyapa salah satu penduduk tersebut. setelah berbincang sebentar dengan penduduk tersebut yang ternyata masih ada hubungan dengan Kepala desa disana, kami pun diantar oleh ibu itu kerumah kepala desa. Sesampainya di rumah kepala desa yaitu Desa Medana, Kec.Tanjung, kami langsung disambut ramah oleh kepala desa, kami dipersilahkan duduk di atas gajebo, disitulah kami memberitahu maksud kedatangan kami. Setelah berbincang-bincang lama dan disuguhi teh hangat serta cemilan khas Lombok, oleh bapak kepala desa kami dipersilahkan untuk menginap di rumahnya. Mendengar kalimat itu kita semua langsung merasa senang sekali, tidak pernah menyangka sebelumnya, karena niatnya ingin menginap di masjid, tapi ini malah menginap dirumah kepala desa. Tak lama terlihat Istri kepala desa sedang menyiapkan peralatan tidur, dan akhirnya 3 orang tidur di atas gajebo, 2 orang tidur di teras rumah & si yana yang satu-satunya wanita dipinjami kamar putrinya kepala desa yang masih kelas 5 SD.

Pagi yang indah di 2 Januari 2013, kembali kita semua berkemas untuk melanjutkan petualangan berikutnya, dan pagi itu ternyata telah disediakan kopi susu beserta cemilan oleh istri kepala desa tersebut. dan tak lama kami pun disuguhkan serapan pagi (nasi, ikan goreng, telur dadar & sambal jeruk) sungguh rejeki besar yang tak terduga. Setelah selesai makan kami pun foto bareng dengan kepala desa beserta istrinya, lalu kami pamit untuk melanjutkan perjalanan.

bersama kepala desa Medana Kec.Tanjung Lombok Barat

Senyum kecil rasa syukur & bahagia akan rejeki yang baru saja di dapatkan, apalagi bagi kami yang melakukan perjalanan ala backpacker ini adalah pengalaman yang sangat tak akan terlupakan, dimana kami dapat penginapan, makan serta pengetahuan GRATIS di Rumah Kepala Desa Medana, Lombok.

3 motor melaju menuju kaki gunung rinjani, dan lagi – lagi pemandangan disepanjang jalan sangat menyejukkan mata, ohya perlu diketahui anda jangan khwatir untuk tidak menemukan BBM (khususnya Bensin), disepanjang jalan begitu banyak pengecer BBM & mereka menjual dengar harga relative paling murah dari daerah lainnya di Lombok (Rp.5.000/liter).

Selanjutnya kami berhenti sebentar di sebuah sawah yang luas berlatar belakang gunung rinjani untuk berfoto sekaligus menikmati keindahan yang ada didepan mata. setelah puas kami kembali melanjutkan perjalanan yaitu menuju Sendang gile & tiu kelep yaitu 2 air terjun di mata air gunung rinjani.

Tepat pukul 9 pagi tiba di desa sukamade, motor diparkirkan terlebih dahulu ditempat parkiran, lalu membeli tiket masuk wisata sendang gile & tiu kelep. Beberapa penduduk local menawarkan jasa guide, namun kami menolak secara halus karena benar2 ingin berwisata ala backpacker. Setelah membeli tiket masuk kami jalan menurun menuju sendang gile yaitu air terjun pertama. Dan akhirnya setelah 5 menit berjalan sampailah di sendang gile, kami langsung melanjutkan ritual seperti biasa yaitu berfoto2 ria serta menikmati pemandangan yang ada. Sudah puas lalu kami melanjutkan perjalanan kembali untuk menuju tiu kelep. Untuk menuju tiu kelep dari sendang gile kita trekking sekitar 30 menit (….km) jangan kwatir anda tidak akan tersesat, karena satu-satu nya jalan hanya menuju kearah sana, atau anda cukup mengikuti kali jernih berbatuan yang mengalir. Dan disini untuk sekian kalinya kami dimanjakan oleh pemandangan alami yang super dahsyat.

Setelah berjalan kaki 30 menit sampailah di tiu kelep.  Kami pun segera berganti pakaian, sambil berlari-lari kecil untuk menuju air terjun lebih dekat langsung dan menjeburkan diri ke dalam kali yang berada ditengah air terjun, teriak pun silih berganti dari mulut-mulut kami yang seakan melepas kelelahan dan berganti menjadi kesenangan. Tak lupa ritual rutin di lakukan, dengan kamera underwater milik rudy kami pun saling berganti berpose bak seorang model. Seakan merasa air terjun tersebut milik pribadi, maklum hanya kami saja yang berada diair terjun tersebut. tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara teriakan, dan ternyata itu teriakan berasal dari turis asing yang merasa kegirangan melihat tiu kelep, sepertinya mereka tadi sempat tersesat, soalnya ketika menuju jalan tiu kelep kami berlawan arah dengan 2 bule ini.

Akhirnya setelah puas dan kembali mengganti pakaian dengan yang kering lalu kami melanjutkan kembali perjalanan pulang. Perjalanan pulang ini arahnya pun sama dengan perjalanan ketika pergi ke tiu kelep. Sesampainya di parkiran motor kami tidak langsung menuju destinasi berikutnya yaitu Mesjid tertua (kuno) suku sasak di desa bayan beleq, dikarenakan hujan mengguyur desa sukade, kami beristirahat sejenak sambil menunggu hujan reda sekaligus berwisata kuliner disana alias serapan kedua.
Hujan yang membasahi desa sekade di kaki gunung rinjani pun reda dan waktunya tuk meneruskan petualangan ini. Setelah sekitar 15 menit berkendara sampailah di destinasi berikutnya yaitu mesjid tertua di Lombok di desa bayan, bangunan yang masih terjaga keasliannya dijaga oleh salah satu penduduk disana, kami pun disuruh mengisi buku tamu dan memberi uang seikhlas nya. Ternyata isi buku tersebut di dominasi oleh wisatawan asing.

Setelah menikmati & mengamati Mesjid tersebut, kami pun ke destinasi berikutnya yaitu desa segenter. Tapi dikarenakan kami ingin mengejar waktu sebelum senja menghampiri kami, kami hanya sampai di luar gapura perumahan desa tersebut (sekitar 1 jam dari mesjid kuno). Desa tersebut masih mempertahanakan bangunan aslinya, walaupun beberapa rumah (termasuk mesjid) sudah agak modern (menggunakan semen & atap seng), jalan menuju daerah ini begitu indah dan banyak sekali kita jumpai hewan ternak sapi, jadi biar pun jalan nya sepi, jangan sekali-kali anda ngebut di daerah ini.

Rintikan hujan selalu menemani petualangan kami, sejak kami masih di gerung (tempat duta anak asli Lombok) lalu selama kami menuju desa medana, lanjut ke air terjun, masjid tertua, desa segenter hingga sampai berakhirnya petualangan kami tanggal 3 Januari 2013. Namun syukur alhamdulilah selama kami masih di gili sudak untuk merayakan pergantian tahun, hanya sekali gerimis datang itupun sebentar.

Seperti biasa disepanjang jalan kami selalu melirik mesjid-mesjid, karena hujan semakin deras, akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di sebuah masjid di daerah sorong Kami pun langsung berdiskusi tuk arah petualangan kami berikutnya. Sebenarnya kami ingin langsung menyeberang ke 3 gili, tapi ternyata kami dapat kabar bahwa ada tim lainnya yang menginap di senggigi, hal ini membuat kami untuk membalik rute lagi kearah senggigi dan menginap disana. Pikir kami waktu itu adalah menginap dengan biaya murah, lumayan kan di kasih tumpangan lagi dari tim satunya (3 pria asal Surabaya, Madura & banjarmasin). Jadi kami sepakat untuk menyewa kamar satu lagi dengan tarip Rp.100.000 dan dibagi 6 orang. Rudy & veris tidur dikamar 3 pria itu, sedangkan saesar, chucky, Daniel & yana dikamar yang kami sewa. Eittss jangan heran dulu, kok si yana yang notabene nya cewek sendiri harus sekamar dengan 3 cowok. Dengan bermodal matras nya si Daniel & berbantal tas slempang, yana tidur dipojokan bawah dekat toilet, sedangkan saesar, chucky, & Daniel diatas ranjang tempat tidur.

03 Januari 2013 adalah hari terakhir kami berpetualang di Lombok terkecuali si chucky yang masih bertahan 1 hari di Lombok. Namun sebelumnya Rudy, veris, saesar & Daniel sudah menjelajah 1 hari di Pulau Lombok yaitu ke selongblanak, mawun, pantai kuta, & tanjung aan.
Setelah kami packing kembali barang-barang, kami segera check out dari penginapan menuju bangsal untuk menyeberang ke gili trawangan. Namun sebelumnya kami singgah di warung langganan kami di daerah senggigi. Setelah perut terisi oleh nasi campur Rp.5.000 kami pun bergegas pergi. Dan lagi-lagi hujan mengguyur pulau Lombok.
Setelah sampai bangsal, kami menitipkan motor di tempat penitipan. Lalu kami bergegas naik kapal menuju gili trawangan. Akhirnya setelah 20 menit kami di kapal sampailah di gili trawangan. Acara selanjutnya adalah berjalan-jalan mengintari pantai gili trawangan, dan tak ketinggalan kami bersnorkling ria. Setelah puas kami bergegas untuk kembali, karena kami harus sudah berada di pelabuhan lembar (ferry penyeberangan) sebelum malam.

Hujan masih menemani sepanjang jalan kami dari bangsal (bayan) menuju senggigi, tak luput kami pun singgah di malimbu untuk ritual wajib yaitu berfoto2 ria, dan tak lupa pula kami berwisata kuliner khas Lombok yaitu sate ikan & plecing kangkung. Setelah selesai kami gas kan kembali motor menuju senggigi untuk mengambil sebagian barang yg kami titipkan di rental motor sekaligus kami mengembalikan motor pinjaman. Di tempat rental motor ini pula kami menumpang mandi, maklum backpacker gembel yang selalu menggunakan kesempatan dalam keuntungan.

Jam menunjukkan pukul 4 sore kami bergegas mencari angkot (Sejenis Pick-up yg dimodifikasi) untuk menuju ke ampenan Lalu kami turun di daerah cakranegara sekalian kami mengantar chucky ke sebuah penginapan yg agak murah di daerah tersebut, Setelah mengantarnya dan saling berpelukan persahabatan (emang ada pelukan persahabatan??) Kami (rudy, veris, saesar, Daniel & yana) melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Pura Meru. Setelah berjalan sekitar 40 menit lamanya dari tempat penginapan chucky sampailah kami ke pura tersebut. kami pun mencari keberadaan penjaga pura tersebut, seorang kakek-kakek datang menghampiri kami, dan menyuruh kami mengisi buku tamu. Lagi-lagi isi buku tamu tersebut kebanyakan turis asing. Setelah mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan seikhlasnya kami disuruh menggunakan kain kuning yang di ikat di pinggang. Di pintu masuk ke dua, kami serempak berhenti untuk membaca sebuah tulisan, yaitu “ karma baik berakibat baik, karma buruk berakibat buruk, ini adalah hukum hyang widhi yang pasti terjadi “ dan kami sedikit paham saja sambil tersenyum lebar penuh tanda Tanya.


Setelah dari pura kami langsung mencari angkot menuju pelabuhan lembar. Disanalah petualang ke pulau Lombok kami berakhir. Dan selanjutnya cerita “teman yang ada untuk teman” akan ada part two, nantikan episode berikutnya ya hehe








5 komentar:

verizzz mengatakan...

kerennn cerita ya.
aku suka
hehhehe........

jadi ingat lombok setelah baca ni blog
#seyum-seyum sendiri

rahmayana rebang mengatakan...

tapi cerita nya tidak terlalu simple, bobot nya penuh, nantilah saya rubah lagi nieh cerita menjadi versi lainnya, tapi tetep menampilkan 6 petualang dari 6 daerah yang berbeda..
terimakasih bev dah mampir di blog saya.. miss u :)

Ozzy Rasta mengatakan...

aq kangen ma sahabat q,namanya toni dari lombok,dulu prnah krja bareng ma aq di bali,,salam buat mu,,dari rozy anak pekalongan,, :')

IBU ROSMIATI mengatakan...

KISAH SUKSES
Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

obat aborsi asli mengatakan...

.
Obat Aborsi Di Lombok
.
Obat Cytotec Asli Di Lombok
.
Obat Penggugur Kandungan Di Lombok
.
Obat Peluntur Janin Di Lombok
.
Jual Obat Aborsi Di Lombok
.
Cara Menggugurkan Kandungan Di Lombok
.
Jual Obat Aborsi Asli Di Lombok
.
COD Obat Aborsi Di Lombok
.
COD Obat Cytotec Asli Di Lombok
.
COD Obat Penggugur Kandungan Di Lombok
.
.
.
.
.
.
Obat Cytotec asli
.
Obat Aborsi
.
Cara Menggugur kandungan
.
Obat Penggugur Janin
.
Obat Terlambat Datang Bulan
.
Obat Penggugur kandungan
.
Ciri Ciri Obat cytotec asli
.
Obat Peluntur janin
.
Obat Cytotec asli
.
.
http://obatcytotecasli.net/

Call/WA : 085 702 494 733
BBM : D29AD2CE
.
.

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates